
Den Haag, Belanda (31/8). Langkah diplomasi West Papua kembali mendapat ruang dalam forum internasional melalui partisipasi Herman Wainggai dalam konferensi internasional Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) yang telah berlangsung di Den Haag, Belanda, pada 27–30 Agustus 2026.
Undangan resmi dari UNPO tertanggal 14 Agustus 2026 menyatakan bahwa Herman Wainggai diundang untuk menghadiri konferensi “Re-Imagining Representation” dan UNPO General Assembly yang mempertemukan para ahli, akademisi, serta perwakilan komunitas yang belum terwakili secara penuh dalam sistem internasional.
Konferensi tersebut menjadi ruang diskusi mengenai prinsip-prinsip hak menentukan nasib sendiri (self-determination), representasi politik, kerja sama internasional, serta tantangan masyarakat yang memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak-hak mereka dalam konteks global saat ini.
Dalam surat undangan resmi tersebut, Sekretaris Jenderal UNPO Mercè Monje Cano menyampaikan bahwa Herman Wainggai diundang sebagai peserta kunci (key participant) untuk memberikan kontribusi dalam pembahasan mengenai self-determination dan kerja sama internasional.
“Kehadiran Herman Wainggai sangat penting untuk memastikan perspektif komunitasnya turut dimasukkan dalam dialog mengenai hak menentukan nasib sendiri dan kerja sama internasional,” demikian pernyataan UNPO dalam surat undangan resminya.
Kehadiran Herman Wainggai bersama jaringan West Papua Human Rights Center (WPHRC) dan West Papua National Authority (WPNA) menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi internasional melalui jalur dialog, advokasi hak asasi manusia, serta keterlibatan dalam forum-forum global.
Dalam rangkaian kegiatan UNPO di Den Haag, perwakilan West Papua menyampaikan pandangan mengenai arti penting self-determination bagi bangsa Melanesia serta pentingnya mekanisme internasional dalam mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Selain sesi terbuka konferensi, agenda UNPO juga mencakup pertemuan internal anggota untuk membahas strategi, roadmap, dan penguatan kerja sama diplomasi antaranggota organisasi.
Partisipasi ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas ruang dialog internasional dan memperkenalkan perspektif masyarakat West Papua dalam forum global yang membahas isu representasi, hak masyarakat, dan kerja sama internasional.
Setelah agenda di Den Haag, langkah diplomasi berikutnya diarahkan untuk memperkuat keterlibatan dengan berbagai mekanisme internasional, termasuk membuka ruang komunikasi dengan lembaga-lembaga internasional yang bergerak dalam bidang hak asasi manusia.
WPHRC/WPNA menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pendukung, serta jaringan internasional yang terus memberikan dukungan terhadap proses diplomasi damai yang sedang berjalan.
Perjalanan diplomasi ini akan terus dilanjutkan dengan semangat dialog, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan komitmen membangun masa depan yang damai bagi masyarakat West Papua dan kawasan Melanesia.
Herman Wainggai
Perwakilan WPHRC/WPNA
Den Haag, Belanda
